Tips Photography – Jumlah Waktu untuk Menentukan Exposure

Tips Photography – Jumlah Waktu untuk Menentukan Exposure

Jasa Foto Wedding Jakarta – Ada beberapa hal yang harus Anda ketahui tentang penggunaan exposure yang tepat untuk menghasilkan gambar yang tajam. Ketika memotret, Anda harus mengtahui focal length yang Anda gunakan. Mengapa ini harus dilakukan Ini berkaitan dengan penggunaan shutter speed pada kamera. Contoh sederhananya seperti ini, misalkan Anda menggunakan lensa dengan panjang fokal 50mm, maka shutter speed speed terendah yang Anda dapat gunakan adalah 50. Tetapi hal ini berlaku dengan skala perbandingan 11 alias dengan kamera bersensor fullframe. Jika Anda menggunakan kamera APS-C.

Jika Anda menggunakan kamera APS-C, maka akan terjadi perbedaan focal length. Hal ini karena APS-C mempunya perbandingan 11,5(Nikon) dan 11,6(Canon). Jadi, jika Anda memakai lensa dengan panjang fokal 50mm maka pada kamera APS-C akan berubah menjadi 75mm (Nikon) dan 80mm(Canon). Hal-hal kecil seperti ini akan berguna jika Anda mengetahuinya, karena dengan ini Anda mampu menentukan exposure yang cocok untuk kondisi yang akan Anda hadapi. Peran image stabilizer Perlu atau tidaknya sebuah feature image stabilizer pasti kebanyakan para fotografer akan menjawab perlu.

Memang lensa dengan feature image stabilizer. Dibalik harganya yang mahal, image stabilizer ampuh meminimalisir efek shaking ketika mengambil gambar. Tetapi ada hal yang harus Anda ingat jika menggunakan kamera APS-C, ketika menggunakan sebuah lensa dengan panjang 100mm Anda harus mengkalikannya dengan sensor yang digunakan seperti Canon shutter speed yang ideal adalah 1160. Diafragma dan ketajaman Peran diafragma adalah tentang bagaimana menciptakan kedalaman ruang gambar. Semakin lebar bukaan diafragma maka secara otomatis depth of field dari sebuah gambar akan semakin tipis pula. Atau dengan kata lain semakin besar diafragma foreground dan background dari objek yang Anda foto semakin blur.

Diafragma lebar bisa menjadikan sebuah foto lebih indah karena efek bokeh yang kuat, namun di sisi lain bisa mengurangi kedalaman gambar karena ruang yang terlalu sempit. Maka dari itu tentukan diafragma sesuai denganapa yang akan Anda foto. Untuk menghindari depth of field yang sempit dapat diatasi dengan mempersepit diafragma. Tetapi, dengan semakin sempitnya diafragma maka cahaya yang masuk ke sensor kamera mengalami penurunan, gunakanlah ISO yang sewajarnya untuk menerangkan gambar. Karena, jika Anda selalu.

Pengaturan di kamera Setelah mengatur semua aspek pendukung untuk mendapatkan ketajaman sempurna, langkah terakhir adalah dengan cara mengatur pengaturan yang ada pada kamera Anda. Di dalam kamera terdapat menu untuk meningkatkan ketajaman yang dapat diatur sesuai kebutuhan Anda. Namun, pengaturan ini hanya berlaku dalam keadaan format JPEG dan jangan terlalu tinggi untuk menaikkan ketajaman ini. Karena ketajaman yang terlalu tinggi akan membuat gambar seperti tidak natural karena contrast yang dihasilkan akan berlebihan di tepian sudut. Sebaiknya untuk mendapatkan gambar yang sempurna gunakanlah format RAW.